wawancara

Solikhin: Mulai Menjadi Pemain Real Qatif FC, Pendiri Safwa FC, Ofisial Saihat FC, Hingga Menjadi Wasit Turnamen DC

Bincang-bincang dengan Solikhin, salah seorang warga Indonesia yang tinggal di Safwa, yang telah aral melintang di jagad persepakbolaan warga Indonesia di Wilayah Timur Arab Saudi.

Solikhin telah banyak merasakan “makan asam garam” di Dammam Cup; mulai menjadi pemain, ofisial tim, pelatih, pendiri tim Safwa FC, hingga karirnya menjadi wasit.

Berikut wawancara infodammamcup.com bersama salah seorang yang menjadi saksi hidup puluhan tahun turnamen DC berlangsung, tentang pengalamannya di dunia sepak bola dan pekerjaannya.

Kemarin pagi Pak Sholihin sempat menonton pertandingan mini soccer DC2019, bagaimana menurut Anda?
Ya cukup bagus, masih sangat antusias kelihatanya dengan kegiatan tahunan DC yang sudah berjaln belasan tahun. Saya harap kegiatan ini terus bejalan setiap tahunnya, saya sangat mendukung itu.

Apa perbedaan DC2019 tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya menurut Pak Sholihin? Dulu kesebelasan di lapangan besar, sekarang mini soccer dengan 8 pemain pertim?
Untuk perbedaan saya rasa ada ya. Pertama, dari lapangan yang dulu pasir sekarang ga. Kedua, dari kesebelasan menjadi mini soccer, tapi tidak merubah atau mengendorkan semangat para pecinta sepak bola itu sendri. Meskipun demikian, perbedaan itu tidak begitu berarti, yang penting acara tahunan ini bisa berjalan lancar dan menghibur.”

Oiya, Pak Sholihin, boleh tahu nama lengkapnya siapa dan dari mana asalnya di Indonesia? Tahun berapa mulai di Saudi? Kerja di mana (kota dan profesi kerja) tepatnya? Boleh cerita pak pengalamannya…..
Nama lengkap Solikhin aja pak, asal Tegal Jawa Tengah. Datang ke Arab Saudi bulan september tahun 2005. Saya kerja di kota Safwa, kerja sebgai supir mobil perikanan. Pengalamannya mungkin saya satu-satunya supir dari Indonesia yang ditemptkan di perikanan. Setiap hari menempuh perjalanan ke tempt kerja sekitar 400km PP. Yang paling gak enak jadi supir ikan itu merasakan panasnya musim panas karena harus standby di pinggir laut menunggu nelayan mendarat. Dan sering tidur di mobil kalau sedang ngantri bongkar ikan di pelelangan. Tapi semua saya nikmati saja hingga sampai saat ini.

Pak Sholihin termasuk yang lama mengikuti Dammam Cup bertahun-tahun. Boleh diceritakan Pak, mungkin tahu sejarah dan perjalanan Dammam Cup yang pernah diikuti selama ini? 
Betul, saya mulai ikut kompetsi DC sebulan setelah saya datang di Arab Saudi. Debutnya menjadi pmain Real Qatif waktu itu. Selama dua tahun saya mmbela Tim Qatif, setelah itu bergabung ke Persigapi FC.

Ga lama, cuma 4 bulan dan memtuskan mendrikan tim sendri yaitu Safwa FC pada thun 2008. Dari tim Safwa inilah saya berhasil meraih dua kali gelar juara, pertama sebagai Juara 3 DC2009, saat itu mengalahkan bekas tim saya, Real Qatif.

Puncak performanya pada tahun 2012, kami harus kalah di final melawan Surabaya FC, padahal selama penyisihan grup selalu memang. Hingga di penghujung tahun 2013, karir Safwa FC dinyatakan bubar.

Dari situ, saya berpetualang mencari tim tuk berlabuh. Ganesha FC berkutnya, tapi hanya 1 musim saya bertahan. Waktu itu saya merangkap peran di tim Ganesha, menjadi pemain sekaligus pelatih, ha…ha…. Sempat membwa tim ke Semi Final tetapi dikalahkan Dhahran DC.

Di tahun berkutnya, mulai 2016 sampai 2017, saya  pindah lagi dan membntuk Saihat FC. Selama 1 thun menjadi pemain dan di tahun ke 2 menajdi ofisial tim, juru taktik. Baru di tahun kedua bersama Saihat FC, kami berhasil menduduki Runner Up setelah dikalahkan Al Ahsa di final DC2017. Satu tahun setelah itu, Saihat FC ahirnya vakum.

Berdikusi dengan hakim garis saat memimpin menjadi wasit di salah satu pertandingan kualifikasi turnamen Dammam Cup

Apa kira-kira yang paling berkesan selama turnamen sepak bola DC yang Pak Solihin ikuti?
Pengalaman paling berkesan adalah saat final DC2012, di mana kami mersa terhormat kala itu, bermain disaksikan langsung Bapak Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, yang waktu itu adalah Bpk Gatot Abdullah Mansyur.

Oiya, 2 tahun terakhir ini sepertinya Pak Sholihin tidak terjun ke lapangan sebagai pemain, tetapi menjadi pelatih dan wasit, bagaimana itu ceritanya?
Ceritanya singkat saja…. karena fisik saya sudah mulai melemah 😂😂😂, padahal angan-angan masih ingin merumput…. 😉 

Menurut Pak Sholihin, jumlah pemain dan tim yang berkurang dari tahun ke tahun, kira-kira kenapa?
Berkurangnya tim dan pemain tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menghentikan pengiriman pekerja untuk supir rumahan…. Itu yang kami rasakan sekali. Padahal adanya supir-supir rumahan sangat berperan dalam transportasi pemain dan lainnya.

Apa pesan dan nasehat untuk pemain dan ofisial tim yang masih aktif di DC2019 tahun ini? 
Pesan saya, jaga sportivitas, baik di tengah lapangan atau di pinggir lapangan. Jaga persaudaraan kita sesma BMI (Buruh Mingran Indonesia), jaga nama baik bangsa Indonesia, karena pada dasarnya DC ini tdk lain hanya untuk memprerat persaudraan kita sesma BMI di Arab Saudi. Semangat juga untuk semua jajaran panitia DC2019. Semoga sukses untuk semuanya! Aamiin.

Advertisements

One comment

  1. Sangatlah Benar apa yg disampaikan Mas Solihin, Karena dia Adalah sosok Mantan Pemain yang disiplin ketika masih aktif dilapangan selain kedisiplinan dia jga punya wibawa untuk menjadi pemimpin dalam setiap pertandingan Dimasa masa silam, Dan saya sendiri (Adiefanar) selain mengenal dan teman dia adalah sosok Pemain,Pemimpin hingga Oficial yang Tegas dan saat berada dilapangan!
    Semoga Sehat terus dan tetap hadir dan memberikan Suport disetiap kompetisi musiman ini!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s