tim

Fawazia, Tim Sarat Prestasi yang Tidak Pernah Ada Matinya

Fawazia, ya, nama yang melekat sebagai tim sepak bola masyarakat Indonesia di Khobar. Saat mendengarnya, terbayang kebesaran dan ketangguhannya di lapangan.

Sejak berdiri tahun 2006, Fawazia merupakan satu-satunya tim yang tetap eksis, yang tidak pernah bubar lalu dibentuk kembali.

Dalam rekaman perjalanannya, loyalitas pemainnya bersama Fawazia, membuat tim ini cukup disegani di kancah persepakbolaan masyarakat Indonesia di Wilayah Timur Arab Saudi.

Menariknya, meskipun berasal dari berbagai macam suku, seperti Sunda, Jawa, Madura, Sasak, dan lain-lain, pemain dan pengurus Fawazia selalu kompak dan solid.

Dibangun atas dasar kekeluargaan, Fawazia menunjukkan sebagai tim yang tidak sedikit mendapat dukungan dari masyarakat di Khobar. Wajar saja, saat bertanding, pendukungnya ramai menjadi “pemain ke-13” yang siap mendukung kemenangan tim.

Awalnya Fawazia FC menjadikan lapangan di Corniche Khobar, sebagai lokasi latihan rutin. Di lapangan tersebut, pada tahun 2008, sempat dilangsungkan Kompetisi Fawazia Cup, yang dimenangkan oleh Cobra FC. Namun sejak dilakukan pembangunan di lokasi tersebut, Fawazia memindahkan lapangan latihannya ke Aziziyah.

Di Turnamen Mini Soccer DC2019 kali ini, Fawazia berada di Grup B bersama dengan Al Ahsa B, Ganesha, PSRJ B dan IJFC B. Seperti tim lainnya, Fawazia tengah menghadapi defisit pemain terbaiknya. Pasalnya, tidak sedikit mereka yang telah exit dari Arab Saudi.

Selain itu, format mini soccer dengan 8 orang pemain menjadi tantangan tersendiri bagi Fawazia yang terlatih dengan 11 pemain di lapangan besar. “Kami jarang sekali latihan dan bermain mini soccer,” Kata Fahmi, salah satu pemain Fawazia yang menggawangi basecamp diJalan 6, Pasar Khobar.

“Turnamen kali ini dapat menguntungkan tim-tim di Sharqiya yang terbiasa dengan mini soccer dan bermain di atas rumput sintentis,” imbuh Fahmi.

Meskipun demikian, Fawazia tak patah arang. Fawazia tetap optimis dan berharap dapat menambah koleksi trophy yang selama ini sudah diperolah dari menjuarai Dammam Cup.

Di Turmanen DC2019, mewakili tim Fawazia, Fahmi menekankan tentang pentingnya menjalin silaturahim dan menumbuhkan jiwa kompetisi yang sehat. Dia juga mengingatkan pentingnya perangkat lapangan yang sportif dan jujur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s