ulasan

Setelah Semua Tim 3 Kali Bertanding di DC2019

Apa gerangan yang terjadi setelah semua tim di Grup A dan Grup B DC2019 melakukan 3 kali pertandingan di babak kualifikasi? Apakah ada yang istimewa sehingga muncul pertanyaan ini, atau pertanyaan biasa yang cukup dijawab datar saja?

Bagi pengurus dan pemain tim, pasti memiliki arti tersendiri, tetapi juga bagi sebagian orang yang menasbihkan dirinya sebagai pendukung setia sebuah tim peserta di perhelatan DC2019.

Setelah 3 kali pertandingan, mulai tampak tim mana yang memiliki kans besar lolos penyisihan dan tim mana pula yang harus mengubur mimpinya melanjutkan ke babak selanjutnya.

Di Grup A, posisi Nusantara FC semakin kokoh memuncaki klasmen (3x bertanding, 3x menang). Jika statistiknya tidak berubah dengan selalu mencuri poin penuh dengan kemenangan, tidak hayal lagi menjadi juara grup dan lolos ke semi final.

Meskipun demikian, jika Nusantara di 2 laga yang tersisa mengalami kekalahan atau seri, maka kesempatan Al Ahsa dapat menyalipnya (Al Ahsa A, 3x tanding, 2x menang, 1x kalah). PSRJ A juga membayangi untuk merebut runner up grup A, jika Nusantara 2 kali di pertandingan sisa, berturut-turut dikalahkan.

Bukan tidak mungkin memang, mengingat lawan Nusantara adalah tim favorit juara Al Ahsa A dan tim tuan rumah Pandawa. Jadi, apakah Nusantara dapat mempertahankan tahta memuncaki grup A atau dilengserkan? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Sayap Patah Garuda 
Tim Garuda saat ini harus puas berada di posisi paling bontot di Grup A. Dengan hasil pertandingan 1x seri dan 2x kalah berturut-turut, performa Garuda diragukan untuk dapat bangkit dari keterpurukan.

Secara materi pemain, Garuda semestinya layak untuk mendapat posisi yang lebih baik. Bahkan, dukungan dari emak-emak dan “program nyate” setiap kalli bertanding, seharusnya menjadi penyemangat pemain dan pelatihnya untuk mendongkrak prestasi Garuda. Ah, mungkin karena sayap Garuda tengah patah sehingga perlu dipulihkan dulu.

Grup B Paling Ketat Persaingannya
Berada di grup B, bukan berarti menjadi tim kelas dua yang bisa diremehkan. Penampilan IJFC B contohnya (4x tanding, 3x menang, 1x kalah), bak the rising team, saat ini mampu memuncaki klasmen sementara Grup B. Sebelumnya, masih membayangi Ganesha yang selalu menang dalam 3x laganya.

Kini, IJFC B mengumpulkan poin 9, sama dengan Ganesha, hanya selisih golnya yang memastikannya memuncaki Grup B saat ini.

Tentu saja posisinya terancam melorot ke posisi bawah, jika Ganesha di laga ke-4 atau terakhirnya dapat mencuri poin penuh lagi atau minimal draw. Maka, IJFC harus bekerja keras memenangi laga derby terakhirnya dengan tim sekota Jubail, PSRJ B.

Sementara itu, ancaman serius datang dari tim di papan tengah saat ini, Fawazia. Seperti turnamen-turnamen yang telah lalu, Fawazia bukan tim yang mudah menyerah dan selalu mampu membuktikan lolos babak kualifikasi.

Jadi, siapakah yang akan lolos mewakilik Grup B ke babak semi final? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Batavia Sudah Tua, PSRJ B Paling Bawah
Tim lawas Batavia, yang saat ini diasuh oleh eks pengurus Aramco FC, masih tersenggal-senggal posisinya di urutan kedua paling bawah. Sementara PJSR B harus membenahi diri jika sisa pertandingan selanjutnya ingin meraih poin.

Pasalnya, dari 4 kali bertanding, PSRJ mencatatkan 1x seri dan 3x kalah. Sementara Batavia tidak jauh berbeda, 3x bertanding, 1x seri dan 2x kalah.

Apakah kedua tim papan bawah Grup B di atas mampu memperbaiki nasibnya? Kita tunggu performa di laga yang tersisa.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: