wawancara

Ade Sandy Untuk PSRJ: “Skill dan Semangat Belum Cukup”

“Pagarindo Soccer Rajawali” atau biasa disingkat PSRJ hadir untuk kali pertama di turnamen Dammam Cup 2019 ini. Tidak tanggung-tanggung, mengutus dua tim menambah persaingan di Grup A dan Grup B.

Sebagai tim debutan baru, PSRJ berusaha menampilkan performa sebaik mungkin. Tim asuhan Ade Sandy Syaeful ini, sebelum sampai pada laga terakhir Jum’at (15/2) mendatang, mampu mensejajarkan diri dengan tim-tim elit di DC2019 dengan di posisi tengah klasemen sementara. Berikut kutipan wawancara kami dengan coach PSRJ.

Pak Ade, boleh diceritakan singkat sejarah berdirinya PSRJ; kapan didirikan, dari mana nama asal mula nama Rajawali, siapa saja pengurusnya, dan seterusnya?
Ini sangat perlu juga sebagai klarifikasi bagamana Jubail menjadi derby. Untuk saya pribadi, apa yang terjadi tidak faham sebenarnya. Saat itu para pemain senior di Jubail meminta saya untuk membawahi tim secara teknis, apakah mereka lihat potensi itu ada dalam diri saya, atau hanya berharap ada perubahan yang memang harus dilakukan. Saya pribadi tidak begitu mengerti.

Tetapi dari awal saya tahu memang Jubail (IJFC –red) sudah ada pengurusnya. Saya pikir semua memang sudah berubah dengan sekaligus nama timnya juga. Tetapi setelah berjalan, baru paham, memang ada miskomunikasi pengurus dengan pemainnya, sehingga pemain bersikukuh menginginkan ada pengurus yang baru.

Jadi saya sebatas tahu secara teknis saja dan sekedar berpartisipasi membantu rekan-rekan masyarakat Indonesia di Jubail yang punya hobi sama, yakni sepak bola, yang juga menginginkan saya berada di tim (PSRJ –red), dengan tidak ada sedikit pun tendensi terhadap hal-hal lain di luar soal teknis bola.

Menjelang laga terakhir melawan tim sekota IJFC, apa ada persiapan khusus yang dilakukan oleh PSRJ?
Setiap laga dengan siapa pun, persiapan selalu dilakukan, untuk pola, formasi, strategi dan lain-lain. Akan tetapi mayoritas pemain PSRJ adalah karyawan yang bekerja di shift sampai malam, skill dan semangat pun belum cukup. Jadi dari persiapan secara fisik pemain kami sering mempunyai kendala dikarenakan kurang istirahat sebelum laga, apalagi ditambah dengan perjalanan ke Dammam.

Melihat peluang yang ada, terutama untuk PSRJ A, apa strategi yang akan dilakukan di lapangan untuk mendapatkan hasil yang terbaik?
Dari statistik memang kami PSRJ A sedikit unggul, tapi itu akan berbanding tidak lurus jika tidak ada improvisasi dari laga sebelumnya. Pola yang akan dijalankan masih sama saat laga sebelumnya, yakni penguasaan bola yang dominan dengan formasi yang disesuaikan dengan skill pemain nya. Pola defensive pun harus dijalankan saat kondisi tertentu; 2 laga sebelumnya hasil negatif kami harus terima , jelas kami jadikan evaluasi penting.

Dalam dunia persepakbolaan nasional maupun dunia, konon ada rekayasa skor untuk menguntungkan satu tim tertentu, utamanya di pertandingan penentuan seperti Jum’at mendatang. Bagaimana PSRJ menyikapi pertandingan penentuan nanti? Terutama untuk PSRJ B yang dipastikan tidak lolos kualifikasi?
Kami sama sekali tidak tertarik dengan cara-cara yang kurang baik dalam suatu pertandingan, itu tidak akan menjadikan suatu laga yang menarik untuk dilihat, apalagi dievaluasi. Saat sesi latihan pun saya selalu menekankan untuk selalu menang dengan memberikan apresiasi kepada tim maupun individu, meski dalam sesi latihan antara tim A dan B, sebagai bahan evaluasi di pertandingan selanjutnya, baik dalam pertandingan persahabatan apalagi kompetisi.

Selama perjalanan pertandingan di DC2019, tentunya ada beberapa hal dilakukan internal review terhadap pemain dan tim PSRJ. Bisa diberikan gambaran evaluasi tersebut?
Ya tentu saja seperti yang saya kemukakan tadi, tapi sekali lagi kelemahan kami, terbentur jam kerja mayoritas para pemain kami, yang hanya bisa maksimal 3 jam istirahat setelah malam bekerja sebelum bertanding, Jadi evaluasi pola, strategi, dan lain-lain, bisa termentahkan dengan kondisi fisik yang terbatas.

Tim PSRJ berasal dari Jubail, membutuhkan cukup perjalanan yang lumayan untuk tiba di lokasi lapangan DC2019. Bisa diberi gambaran apa persiapan non teknis di luar lapangan untuk menyukseskan tim PSRJ selama ini?
Ini adalah kompetisi pertama kami, kami berusaha untuk taat terhadap peraturan panitia yang ada, tidak banyak komplain jika tidak diperlukan. Persiapan non teknis seadanya saja, transportasi yang seadanya, sarapan pun di perjalanan ke Dammam bersama-sama dan apa yang bisa kami jadikan hiburan jika ada waktu sebelum laga, kami berkumpul dengan bercengkrama atau sekedar jalan-jalan ke sport shop, main xbox, dan lain-lain. Tetpi tidak semua pemain bisa hadir karena jam kerja.

Terakhir, ada pesan Pak Ade untuk pemain dan tim PSRJ agar mendapatkan hasil yang terbaik ?
Pesan terhadap pemain kami jelas dikemukakan di internal tim sebagai harapan dan motivasi sebelum, saat, dan setelah bertanding yang tentunya bisa bermanfaat tidak hanya untuk tim tapi sebagai individu yang saling mengingatkan, misalkan dalam hal kesehatan untuk tidak merokok dan lain-lain, yang akan mengurangi performa saat bermain pula.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: