wawancara

Ityono, Top Scorer DC2019: “Saya Mengikuti Instruksi Pelatih dan Kapten Tim”

Mencetak gol ke gawang lawan merupakan harapan pemain dalam setiap pertandingan yang dijalani. Sebagaimana biasanya, DC2019 mengapresiasi pemain yang paling produktif menciptakan gol selama turnamen.

DC2019 kali ini menobatkan Ityono dari Al Hasa FC menjadi “Top Scorer” dengan 10 gol. Jika selama penyisihan bertanding sebanyak 5 kali, maka rata-rata 2 gol dibuat Yono di setiap laga DC2019.

Simak wawancara santai kami bersama Ityono, pemain asal Pamekasan Madura berikut ini.

Assalamu’alikum Mas Ityono, apa kabarnya? Bagaimana kabar Tim Hasa setelah terhenti di semi final? Ceritakan dong keadaan teman-tema di tim Hasa?
Waalaikum salam wr wb. Alhamdulillah masih dalam keadaannya sehat wal afiat.

Yang jelas keadaan teman-teman al Hasa setelah terhenti di Semi Final terpukul secara mental, di mana kita sebelum bertanding memang sudah memikul beban sebagai tim unggulan di turnamen DAMMAM CUP tahun ini.

Mas Ityono, asli mana? Apakah sebelum gabung dengan tim Hasa sudah punya pengalaman bermain bola di kampung di Indonesia? Cerita pengalammnnya dunk Mas…..
Saya asli Madura, tepatnya dari Kecamatan Pasena, Kabupaten Pamekasan.

Kalau masalah pengalaman bermain, alhamdulillah ada pengalaman sejak SD, hahahaha….. Tetapi selama ada di Saudi, baru aktif bermain lagi sejak tahun kemaren. Ya, biasa cari keringat saja. Karena kita semua pasti sadar tujuan utama kita menjadi TKI, beda halnya kalau masih di Indonesia…hehehe.

Mulai dari SD tahun 1998 sampai dengan 2013, memang bergabung dengan beberapa tim sepak bola dan futsal.

Mas Ityono, sampai akhir semi final kemarin, Anda masih menjadi pencetak gol terbanyak, yaitu 10 gol. Apa ada target sebelumnya menjadi top scorer?
Syukur Alhamdulillah iya pak… 10 gol dari mulai penyisihan sampai dengan semifinal kemaren tidak pernah absen cetak gol. Untuk target, saya pribadi tidak ada target karena saya masih baru di tim Al Hasa, jadi main lepas, tidak ada beban, fokus dan nothing to loose, hahahaha.

Oiya, Mas Ityono, di turnamen DC2019 ini posisi mainnya di mana?
Kalau masalah posisi bermain, saya mengikuti instruksi pelatih dan kapten tim, memang pada awalnya saya diposisikan di tengah, kemudiam agak didorong kedepan untuk menjadi “goal getter”, alhasil Alhamdulillah pundi-pundi gol terus bertambah.

Kalau bermain di tim sepakbola, pasti tidak terlepas dari kerja sama tim untuk menghasilkan gol ke gawang lawan. Kira-kira teman setim yang banyak memberikan assist sehingga terciptanya gol siapa? Bisa diceritakan biasanya gol terjadi seperti apa kondisinya?
Sedikit cerita nih pak… heheheh, dulu saya di Indonesia punya patner yg bernama Ahmadi, dia posisi di tengah duet dengan saya, baik di futsal atau di sepak bola. Karena kita sering bersama jadi tercipta chemitry, one two pass, trough pass lob, menjadi andalan kita pada saat itu, bisa shooting/heading dan terjadilah gol. Dan di tim al Ahsa ini saya menemukan sosok itu ada di kapten Denis Prayoga.

Kalau secara materi pemain, tim Hasa sudah cukup rata ya skill-nya. Terus punya pengalaman di mini soccer. Bagaimana menurut Mas Ityono tentang tim Hasa?
Menurut saya skuad tim, khususnya yang berlaga di semi final kemarin, sama rata kok pak, mungkin kita punya sprint tapi kalah di postur, mungkin kita punya skill dribbling bola yang bagus tapi lemah di stamina,,, alhasil pasti ada plus minus.

Dalam pertandingan pasti ada faktor “lucky,” faktor non tekhnis yang bisa terjadi pada semua tim di setiap kompetisi.

Kekalahan di semi final kemarin, apa kira-kira yang dijadikan bahan evaluasi buat tim Hasa menurut Mas?
Kalau menurut saya yang paling penting untuk dievaluasi adalah dari segi mental. Ini bukan berlaku buat tim Hasa aja, tetapi mungkin buat semua tim peserta.

Dari hasil pertandingan kemarin, kita semua kecewa karena biasanya al Hasa bermain cantik dengan one-two pass-nya yang terkenal, itu tidak bisa keluar kemaren dan bisa dilihat faktor mental yang grogi akibat tekanan suporter tuan rumah.

Terakhir Mas, apa pesan dan kesan di turnamen DC2019 tahun ini?
Luar biasa, untuk sekelas turnamen antar TKI di Wilayah Timur Arab Saudi, ini luar biasa pak. “Standing ovation” untuk panitia DC2019. Rasa gak sabar partisipasi buat turnamen tahun depan nih… heheheh….

Dan semoga semua panitia sehat selalu, lancar rejekinya,,,, agar selalu bisa menciptakan “ueforia” seperti pada DC2019.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: