Sepak Pojok

Ganesha FC: Ada yang Jauh Lebih Penting Dari Sekedar Menjadi Juara DC2019

Menjuarai turnamen Dammam Cup merupakan impian banyak pemain dan klub sepak bola warga Indonesia di Wilayah Timur Arab Saudi. Pada Turnamen DC2019 tahun ini, gelar juara pertama disabet oleh Ganesha.

Bagi sebagian orang, Ganesaha bukan tidak lagi asing didengar. Tetapi beberapa tahun belakangan tidak terdengar nama Ganesha di kancah pesepakbolaan masyarakat Indonesia di Sharqiya.

Untuk lebih mengenalnya, berikut sejarah perjalanan singkat Ganesha, sehingga tahun ini berhak dinobatkan sebagai “the best of the best.”

Ganesha Lahir Saat Menjamur Tim Baru di Qatif
Tim Ganesha pertama kali berdiri pada tahun 2011, berawal dari menjamurnya tim yang terbentuk dalam satu kota Qatif.  Ganesha tidak lain merupakan pecahan dari tim yang terlebih dahulu terbentuk, Real Carier.

Selama mengikuti turnamen tahunan Dammam Cup, Ganesha selalu kandas lolos kualifikasi. Karirnya sering terhenti di babak penyisihan, kecuali dua kali berhasil lolos menembus semi final pada Dammam Cup 2016 dan 2017.

Di satu sisi, Ganesha tidak pernah selalu mengikuti turnamen secara rutin setiap tahunnya. Alhasil para pemain yang tersisa dan masih aktif di antaranya Eno, Ridwan dan Ajat bergabung dengan Bastar Qatif F, asuhan Ssanto. Sementara pemain lainnya seperti Adie Fanar justru menjadi berkarir menjadi wasit di Damam Cup.

Reuni Ganesha
Tahun 2019, Ganesha kembali berdiri oleh pemain lama yang tidak asing lagi di wilayah Qatif, sebagai Eno, Ridwan, Ajat dan Adie Fanar yang siap kembali merumput setelah beberapa tahun tidak aktif.

Atas gagasan Eno beserta kawan-kawan lainnya, tim kembali terbentuk walau tidak mudah. Kendala seperti ketebatasan sponsor hinga transportasi untuk memobilisasi pemain menjadi tantangan terberat bagi reuninya tim Ganesha.

Posisi manajer pun sempat belum menemukan sosok yag tepat, hingga akhirnya terpilih Santo yang merangkat coach, pengatur di luar lapangan,

Dalam Keterbatasan, Tidak Menargetkan Juara
Setelah kembali terbentuk, Ganesha memberanikan diri mengikuti turnamen DC2019 tahun ini. Meskipun demikian, tim tidak menargetkan untuk menjadi juara, setidaknya bisa eksis dengan berpartisipasi dalam turnamen. Bahkan, ada anggapan Ganesha tak lebih sebagai tim pelengkap.

Sikap demikian mengingat peserta DC2019 terdiri dari banyak tim unggulan dan berpengalaman seperti dari Hasa, Jubail, termasuk tim kawakan Fawazia atau Nusantara.

Akan tetapi perjalanan di turnamen DC2019 berkata lain, berkat kegigihan beberapa pemain yang selalu bersemangat menyatukan seluruh pemain, akhirnya Ganesha menjadi juara DC2019.

Perlu dicatat bahwa dalam perjalanan mengikuti turnamen DC2019 yang baru lalu, Ganesha beberapa kali dirundung beberapa cobaan, seperti munculnya konflik internal di dalam tim.

Modal konsistensi dan kesabaran seluruh tim, tidak hanya menyemat gelar Juara 1 DC2019, tetapi Adi Fanar motor tim sekaligus penjaga gawang Ganesha juga dinobatkan sebagai “the best player.” Sebuah perjalanan yang rumit penuh rintangan berbuah manis.

Meskipun demikian, menjadi juara DC2019 bukanlah segalanya. Ada yang lebih penting dari sekedar menjadi juara, tetapi dari terbentuknya kembali tim, rasa kebersamaan serta persaudaraan terjalin kembali jauh dari segalanya.

Alf Mabruuk untuk Ganesha!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s